Keyakinan Tidak Dapat Dilogika

Teringat pada pertengahan tahun 2009. Pada waktu itu, saya sedang disibukkan oleh persiapan pernikahan saya, yang akan dihelat pada akhir tahun 2009.

Perasaan saya excited banget. Namun sekaligus was – was. Hal ini karena adanya pertanyaan “gimana cara dapetin modal nikah seharga 1 mobil”. You know, saya bukan dari keluarga yang kaya raya gemah ripah loh jinawi.

Bapak bingung, Ibu bingung, saya bingung, (calon) istri bingung, hamster saya pun ikut bingung. Saya pun berdiskusi dengan ayah saya.

“Pi (papi), duit e belum ada gini besok nikah gimana?”, well, mungkin pertanyaan yang saya tujukan kepada bapak saya membuat beliau jadi tambah bingung. Jujur waktu itu saya menyesal telah membuat bapak saya jadi kalut.

Semua usaha telah dilakukan. Apa sih yang bisa dilakukan seorang fresh graduate seperti saya waktu itu untuk mendapatkan duit yang banyak? Jalan satu – satunya adalah jual diri (halah)…becanda…jalan satu – satunya adalah pasrah aja.

Suatu hari, bapak saya mendapatkan petunjuk dari para sesembahan / leluhur. (FYI, bapak saya adalah seorang pemuka agama yang memiliki kemampuan spiritual untuk berkomunikasi dengan para makhluk suci.) Petunjuknya adalah:

“Keyakinan tidak dapat kau logika…”

Wedeh, lha trus pie nek mung ngono petunjuk’e (terus gimana lagi kalau hanya begitu petunjuknya) batin saya.

But life keep on going…

2 bulan sebelum hari H pernikahan saya. Uang yang didapat sementara masih jauh dari target yang harus dipenuhi. Tiba – tiba tiada angin ataupun hujan, datanglah seorang asing dari Jakarta. Jreng Jreng. (nulis sambil ngantuk – ngantuk jadi agak mawut n nglantur).

Tamu tersebut merupakan clien bapak saya. Beliau meminta tolong kepada bapak saya untuk diberi petunjuk tentang masalah yang sedang dia hadapi. Eh lha, mau tau dia memberi apa setelah masalahnya selesai dibantu bapak saya? Duit senilai lebih dari separo budget pernikahan saya.

Rejeki tidak berhenti sampai di situ saja. Secara beruntun datang tamu – tamu dari luar kota yang meminta dibantu oleh bapak saya. Dan hampir semua dari mereka adalah orang yang mampu dan baik hati.

1 bulan sebelum hari H pernikahan saya. Target budget pernikahan saya terlewati. Bahkan lebih untuk menutup kebutuhan rumah tangga keluarga untuk selama beberapa waktu ke depan.

Betapa beruntungnya saya dan keluarga. Pernikahan saya pun berjalan dengan sukses dan bahagia.

Sekarang saya tinggal di rumah kontrakan bersama dengan istri tercinta. Rumah kontrakan beserta isinya inipun berasal dari kelebihan hasil keberuntungan dan rejeki yang didapat bapak saya.

Suatu saat saya ‘sowan’ ke bekas rumah saya (rumah ortu). Di sana saya berbincang – bincang ngalor ngidul dengan orang tua saya ditemani oleh istri. Pada waktu topik pembicaraan sampai pada kejadian sebelum menikah, bapak saya mengingatkan saya tentang wejangan yang diberikan oleh sesembahan / leluhur kepada bapak saya pada waktu yang lalu.

“Keyakinan tidak dapat kau logika”

Hal itu sangat membekas di ingatan saya hingga sekarang. Dan tampaknya akan sulit saya lupakan dari ingatan saya.

Jadi para pembaca, dari cerita diatas saya ingin mengingatkan anda sekaligus diri saya sendiri. Apabila kita sedang dirundung masalah ataupun ketidakpastian, jangan khawatir. Usahakan yang terbaik, dan lihatlah hasilnya. Keyakinan tidak dapat kau logika.

Terima Kasih

Devara Priya

Di depan tulisan ‘For Evangeline, Ganbatte!’, 03 September 2010.

About Dave

Tukang Pijat Keyboard

Posted on September 6, 2010, in Cerita Devara. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: