Pelayanan Prima Sebuah Restoran

Beberapa hari yang lalu saya, istri, dan kedua mertua pergi dinner bersama di sebuah restoran yang cukup terkenal di Solo. Well, di tempat itu saya menjumpai hal yang jarang sekali terjadi di masa sekarang.

Ceritanya begini, sesampai di restoran tersebut, kita langsung memilih tempat duduk. Kebetulan waktu itu agak sepi karena sudah lewat jam makan malam. Seorang pelayan mendekati kami, seperti biasa, kami memilih makanan yang ada di menu.

Setelah makanan, kami memilih minuman. Nah, ayah mertua saya memilih teh sebagai minuman pilihannya, lalu sang pelayan bertanya, “Berkenan manis, Pak?”…..kami hening sesaat….

Berkenan? wew…Ayah mertua saya ga mau kalah, lalu menjawab dengan, “Berkenan jangan manis…”

Pelayanan yang baik adalah hal yang mutlak harus dimiliki setiap restoran. Tapi, pelayanan dengan kata – kata yang agak over malah membuat kami sebagai customer jadi terbengong – bengong. Kata – kata biasa sudah cukup seperti, “Manis atau tawar, Pak?”.

Well, sekiranya demikian. Perkenankan saya untuk menutup postingan saya kali ini.

Terima Kasih

Devara Priya

Di depan tulisan ‘For Evangeline, Ganbatte!’, 28 Oktober 2010.

About Dave

Tukang Pijat Keyboard

Posted on October 28, 2010, in Cerita Devara. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: