Babu Manten Part 4: Mengolah Klien

Gue sempet bingung pertama kali ketemu dengan klien. Gue ga siap. Apa yang harus gue omongin supaya klien itu bisa jadi klien pertama gue.

Waktu itu, gue yang mendatangi rumah sang klien. Nama klien gue Candra dan Indri.

Sampai di rumah mereka, ternyata mereka tidak menyeramkan. Tidak seperti bertemu dengan bos mafia. Yang kalau gue salah omong sedikit langsung ditembak. Mereka ramah.

“Gimana kabarnya koh, cie?” sapa gue pertama kali. Kebetulan mereka orang tionghoa.

“Baik,” jawab mereka serempak sambil duduk. Gue ikut duduk.

“Pernah kawinan di mana aja?” tanya Candra.

Mati gue. Gue belum pernah dapet klien. Mereka ingin tahu reputasi gue.

“Belum pernah koh,” gue jawab dengan jujur dan mantap.

“Harganya berapa?” lanjut mereka.

Gue lega. Ternyata mereka money oriented. Lebih suka dengan harga. Gue jawab harga wedding organizer gue, harga normal.

Sempat terjadi negosiasi. Ga alot banget. Dan kita dapet harga yang pas. Tidak terlalu tinggi bagi mereka. Tidak terlalu rendah bagi gue. Lebih rendah dari harga pasar sih, tapi ga masalah, ini calon klien gue yang pertama, gue harus deal!

Dan yang bikin gue seneng, mereka mau memberikan uang muka, sebagai tanda jadi di akhir sesi ketemuan itu. Gue udah mules dan hampir kecepirit di celana saking senengnya. Its a deal! Gue dapet job! My first job!

Rundown

Rundown adalah susunan acara. Setiap wedding organizer mempunyai susunan acara yang menjadi ciri khas mereka. Rundown juga menjadi hal pertama yang gue jelasin ke calon klien gue. Tentunya tidak secara detail.

Menjelaskan rundown adalah cara supaya klien gue mengerti, bahwa gue tahu apa yang gue lakukan. Tidak asal – asalan.

Waktu ketemuan sama Candra dan Indri, gue menjelaskan rundown hari pernikahan mereka dari dua sudut pandang. Apa yang gue lakukan. Apa yang mereka lakukan.

Sebelum gue lanjutin, rundown gue secara umum seperti ini:

Rundown Pernikahan (secara Internasional)

03.00 Morning Call – Telepon klien, memastikan mereka sudah bangun

04.00 Make Up – Klien sudah sampai di bridal

07.00 Prosesi Pasang Jas

08.00 Prosesi Tutup Waring

08.30 Prosesi Temu Pengantin

09.30 Berangkat ke tempat pemberkatan

10.00 Prosesi pemberkatan

12.00 Catatan Sipil

13.00 Foto kamar pengantin

14.00 Break & Lunch

15.00 Retouch – Make Up lagi

17.30 Menuju tempat resepsi

18.00 Resespsi

Untuk detailnya, gue akan ceritakan di Part 5: Jalan Event.

Gue ceritakan secara rinci ke Candra dan Indri. Mulai dari pagi hari gue telpon mereka. Memastikan mereka sudah bangun. Sampai ke akhir acara. Biasanya, calon klien akan memperhatikan dengan seksama. Yang kebanyakan bicara adalah gue.

Sesekali gue bertanya mereka. Menyesuaikan dengan adat dan kebiasaan keluarga mereka. Ada klien yang ingin waktu temu pengantin di jam – jam tertentu. Harus tepat waktu. Tidak boleh lebih atau kurang.

Konsep Pernikahan

Setelah mereka jelas tentang rundown hari pernikahan mereka, gue tanya mereka tentang konsep yang mereka inginkan.

Banyak konsep yang dapat disajikan kepada klien. Dari segi makanan, apakah konsep duduk (round table) atau prasmanan. Apakah ada show hiburan dancer, penyanyi, artis, sirkus, dll. Apakah pengantin mau show. Apakah acara bertema kerajaan, negeri dongeng, atau standar.

Yang masih fresh teringat di ingatan gue adalah pernikahan Andre dan Nonik. Dimana Andre, sang mempelai pria, show main gitar listrik sambil nyanyi sebuah lagu sebelum menjemput Nonik, mempelai wanita. Seperti konser – konser, sebelum lagu berakhir, Andre melemparkan gitar, lalu memakai jas yang dibantu oleh pagar bagus. Menjeput Nonik di pintu masuk utama hall pernikahan. Tepuk tangan para tamu undangan langsung bergemuruh tanpa ada komando dari pembawa acara. Waktu itu gue serasa ingin teriak, “Wedding Organizer nya Gue Lohhh!”

Banyak sekali bagian – bagian dari rundown yang bisa kita modifikasi demi mendapatkan konsep yang lain-daripada-yang-lain. Yang perlu gue lakukan hanya meminta ijin dari yang punya gawe, alias sang mempelai, untuk mewujudkan konsep – konsep yang gue punya.

Pencarian Vendor & Budgeting

Rundown awal yang sudah dilengkapi dengan konsep acara bukan rundown yang sudah fixed. Belum selesai. Gue harus masih melengkapi daftar vendor yang akan gue pakai untuk acara pernikahan klien gue.

Di awal gue mendirikan wedding organizer, gue ga punya kenalan sama sekali. Gue adalah orang ganteng dalam tempurung. Belum tahu mendalam tentang dunia wedding organizer.

Yang menjadi andalan gue waktu itu adalah internet.

Melalui internet gue bisa mencari vendor – vendor yang gue butuhkan. Mulai dari: Katering, dekorasi, gaun pengantin, jas pengantin, make-up artist, MC / pembawa acara, dancer, band, photo, video, undangan, suvenir, wedding cake, mobil pengantin, lighting, sound, special effect, pagar ayu, catatan sipil, petugas tempat ibadah, florist, dll.

Gue biasanya menyempatkan satu dua hari dalam sebulan untuk mengunjungi para vendor relasi gue. Selain menjalin tali silahturami, gue juga bisa update price list mereka. Jadi gue bisa langsung menawarkan jasa mereka kepada klien gue. Apalagi klien gue orang yang sibuk, yang menyerahkan semua keputusan di tangan gue, sampai dengan negosiasi harga.

Dari hasil mempunyai relasi vendor – vendor, gue juga jadi punya ilmu pengetahuan lebih. Gue jadi tahu lebih banyak detail – detail yang dibutuhkan untuk mengadakan sebuah pesta pernikahan. Sebuah nilai tambah, tetapi gue ga akan membuka jasa sejenis. Gue hanya konsentrasi di wedding organizer saja.

Dalam mencari vendor, tidak sepenuhnya semua pilihan ada di tangan gue. Ada pengantin yang bisa mencari vendor sendiri, sesuai dengan keinginan mereka. Gue seneng banget kalo ada klien yang begitu. Kerjaan gue jadi lebih ringan, bayaran tetep full. Muahaha..

About Dave

Tukang Pijat Keyboard

Posted on December 16, 2010, in Wedding Organizer and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: