Babu Manten Part 6: Jalan Event Prosesi Malam

Kalau menurut rundown yang gue tulis di Part 4: Mengolah Klien, gue akan tiba di gedung resepsi jam empat sore. Last check untuk semua persiapan acara resepsi. Memastikan dekorasi, wedding cake, meja shampagne, meja makan pengantin, meja makan keluarga, meja makan tamu undangan, meja penerima tamu dan kelengkapannya, sovenir, sound, lighting, semuanya dalam posisinya masing – masing.

Seluruh crew biasanya datang jam lima untuk melakukan checking ulang lagi. Semua harus siap dan gedung dalam posisi Clear Area. Posisi dimana gedung dalam kondisi siap untuk pesta pernikahan klien gue berjalan. Ga boleh ada yang paku sana paku sini. AC sudah harus menyala jam lima. Koki sudah mulai siap mengolah hidangannya.

Sebelum lanjut. Rundown acara malam kurang lebih seperti ini:

Rundown Resepsi (Secara Internasional)

Asumsi: Acara Round Table

18.00 Band Mulai Show (3-4 lagu)

18.15 Opening Speech by MC

18.20 Prosesi masuk orang tua dan saudara kandung

18.25 Prosesi masuk kedua mempelai

18.30 Welcome Speech

18.35 Doa bersama

18.40 Tuang Shampagne

18.45 Toast (Hidangan keluar)

18.50 Prosesi Wedding Cake

18.55 Wedding Kiss

19.00 Suap Sayang Orang Tua

19.05 Foto Bersama dan Sesi Hiburan

20.00 Clossing

Pukul setengah enam. Pendukung acara mulai hadir di gedung. Band, MC, dancer, pagar ayu, crew sound, crew lighting, semuanya. Crew gue sudah siap dengan jas seragam dan walky talky. Begitu juga dengan gue, sudah ganteng dan gagah di dalam balutan seragam wedding organizer gue. Seragam gue juga jas, bukan gaun. Halah.

Pesta Resepsi

Tamu yang hadir sudah lebih dari lima puluh persen. Pagar ayu mengantar dan menempatkan para tamu undangan ke tempat duduk yang sudah disediakan. Mp3 dari laptop yang terhubung dengan sound system sudah menyala. Lighting terang tujuh puluh persen.

Sementara dari pihak keluarga sudah hadir setengah jam sebelum acara dimulai. Para penjaga meja penerima tamu sibuk dengan tugasnya. Orang tua mempelai sudah berdiri di pintu masuk hall, menyambut dengan salaman hangat kepada setiap tamu undangan yang datang. Crew gue yang mendampingi mempelai sudah memberi laporan bahwa mempelai sudah berangkat menuju tempat resepsi.

Pukul enam tepat, gue memberi aba – aba kepada band untuk mulai show beberapa lagu. Kira – kira tiga atau empat lagu. MC sudah siap dengan kartu queue card, biasa gue tulis q-card. Q-card berisi susunan acara serta informasi – informasi yang dibutuhkan MC dalam membawakan acara resepsi dari awal hingga akhir.

Opening Speech by MC

Mempelai sudah tiba. Acara dimulai dengan opening speech dari MC. Mengucapkan terima kasih atas kedatangan para tamu undangan. Dan memperkenalkan nama pengantin beserta orang tua secara lengkap.

MC akan mengatakan kurang lebih, “Selamat datang di pernikahan Upin dan Ipin. Upin adalah anak dari pasangan tuan Topan dan nyonya Guntur. Upin telah menikah secara sah dengan Ipin, anak dari tuan Bobby dan nyonya Anna.”

MC pun melanjutkan dengan informasi tempat pemberkatan yang dilakukan pada siang harinya, tempat saksi bisu sah-nya pernikahan kedua mempelai baik secara agama maupun secara hukum negara.

Prosesi masuk orang tua dan saudara kandung kedua mempelai

Pada saat MC sedang opening speech, crew gue mempersiapkan orang tua beserta saudara kandung kedua mempelai dalam barisan. Sehingga pada waktu MC mengundang kedua orang tua mempelai dan saudara, mereka sudah siap dan jalan masuk memasuki hall satu per satu, kloter per kloter. Dimulai dari orang tua mempelai pria, dilanjutkan oleh orang tua mempelai wanita, dan terakhir diikuti oleh saudara – saudara kandung mempelai.

Setelah orang tua sampai di atas panggung, sekarang giliran yang membuat seluruh mata tamu undangan memandang ke arah yang sama. Pasangan pengantin.

Prosesi masuk kedua mempelai

Lampu menjadi redup dua puluh persen. Follow spot mengarah ke kedua mempelai. Tidak ada kegiatan lain, seluruh acara fokus ke kedua mempelai. Keduanya masuk diiringi oleh lagu favorit pilihan mereka, yang dibawakan oleh band.

Kadangkala, ada saat para tamu undangan tidak memberikan respons. Mereka diam. Terpana. Namun hal ini jangan sampai terjadi. Gue akan mengarahkan MC untuk sedikit sound overing, “Para hadirin sekalian, beri tepuk tangan yang meriah, yang sekencang – kencangnya pada kedua  mempelai kita, Upin dan Ipin…!!” (Gue nulis sambil merinding, membayangkan klien wedding gue adalah Upin dan Ipin).

Dengan tepuk tangan dari para tamu undangan, ketegangan yang dirasakan oleh kedua mempelai akan berkurang banyak. Hal ini gue alami sendiri pada waktu hari pernikahan gue. Waktu itu, gue masuk dengan menyanyikan sebuah lagu. Gue nervous banget. Pada saat gue selesai membawakan lagu dan sudah berada di atas panggung berdampingan dengan istri gue, para tamu undangan bertepuk tangan meriah. Nervous gue hilang seketika.

Gue ga bisa membayangkan apa jadinya tanpa tepuk tangan dari para tamu undangan. Pasti gue sudah mewek dan pulang dengan teriak – teriak, “Gue hina! Gue HINA!”

Kata sambutan dan Doa bersama

Kedua mempelai sudah ada di atas panggung. Di samping kiri dan kanan juga sudah ada orang tua mereka berdua. Saatnya pihak mempelai memberikan kata sambutan kepada para tamu undangan. Kata sambutan bisa disampaikan sendiri oleh mempelai atau wakil dari keluarga.

Contoh kata sambutan oleh mempelai pria, jangan lupa senyumnya:

“Terima kasih para hadirin tamu undangan sekalian atas kedatangannya di pesta kami yang sederhana ini. Terima juga kami panjatkan ke hadirat yang Maha Kuasa. Dengan restuNya, kita dapat bertemu di kesempatan kali ini. Kesempatan di mana saya dan istri saya, Ipin, ingin berbagi kebahagiaan dengan anda semua. Kesempatan ini juga pasti merupakan kebanggaan bagi orang tua kami, karena mereka sudah menunaikan tugasnya untuk membesarkan dan menikahkan kedua anak – anaknya. Semoga malam ini menjadi malam yang indah bagi kita semua. Semoga hidangan yang kami persembahkan kepada anda semua berkenan di hati hadirin yang terhormat. Akhir kata, saya kembali mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ada di malam ini. Maafkan saya kalau ada kesalahan kata. Terima kasih, dan semoga kita semua diberkati oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.”

Lalu acara dilanjutkan dengan doa bersama. Crew gue selalu siap membawakan mic untuk pihak yang ditunjuk untuk memimpin doa.

Tuang Shampagne

Nah, acara berlanjut kembali. Orang tua masih di atas panggung. Crew menyiapkan botol shampagne. Mempelai berjalan ke arah meja shampagne untuk prosesi tuang shampagne.

Dengan perlahan dengan diiringi musik instrumental dari band, kedua mempelai menuangkan isi dari botol shampagne ke tumpukan gelas piramida. Sesekali mereka beradu pandang dan melempar senyum. Hingga seluruh gelas sudah terisi, mereka menyerahkan kembali botol shampagne ke petugas, dan kembali lagi ke tengah pelaminan.

Wedding Toast

Crew akan membagikan gelas toast yang sudah berisi minuman kepada semua pihak di atas panggung. Orang tua, kedua mempelai, dan MC. Lalu MC akan mengarahkan para tamu undangan juga meraih gelasnya masing – masing untuk ikut toast.

“Mari kita angkat tinggi – tinggi gelas kita untuk merayakan kegembiraan di malam hari ini. Weeeedddingg Tooooaaasttt..!!”

Lalu band membunyikan lagu yang menghentak. Well, hampir seluruh pengantin di kota gue memilih menggunakan lagu Congratulation. Jreng jreng-jreng jreng-jreng jreng..Congratulations and celebrations..sambil menu pertama hidangan malam itu keluar diantarkan ke meja para tamu undangan oleh pelayan.

Sementara dari atas panggung orang tua kedua mempelai turun ke meja pengantin untuk juga ikut menikmati hidangan.

Ada dua optional di sini. Pengantin bisa ikut turun untuk sejenak menikmati hidangan. Atau bisa juga juga tetap di atas panggung, duduk, menunggu prosesi selanjutnya.

Wedding Cake

MC mengundang kedua mempelai untuk menuju ke meja wedding cake. Crew bersiap membawa pedang untuk kedua mempelai. Kedua mempelai berdampingan menerima pedang tersebut, lalu seolah – olah memotong wedding cake setinggi dua meter dari atas ke bawah.

Sementara itu, ada crew yang mempersiapkan kue suap sayang, sementara yang lain mempersiapkan effect untuk prosesi wedding kiss.

Prosesi pemotongan wedding cake berlangsung dengan diiringi musik instrumental dari band. Sedangkan crew foto dan video sibuk mengabadikan momen ini.

Setelah pemotongan wedding cake selesai, pedang pun dikembalikan ke crew. Lalu crew yang lain menyusul memberikan potongan kue kecil untuk kedua mempelai melakukan suap sayang. Suap sayang dimulai dari mempelai pria menyuapkan kue kepada mempelai wanita. Lalu sebaliknya, mempelai wanita gantian menyuapkan kue kepada mempelai pria. Tidak harus dimakan semua, hanya digigit sebagian saja. Keduanya lalu saling menyilangkan tangan, saling menyuapi dengan penuh kesusahan karena bibir mempelai wanita ada lipstiknya.

Terus terang ekspresi mempelai wanita waktu prosesi suap sayang agak aneh. Menggigit roti tanpa ingin bibirnya terkena potongan roti yang disuapkan oleh mempelai pria. Monyong – monyong gimana gitu. Padahal, lipstik yang digunakan oleh make-up artist pengantin adalah lipstik yang tidak mudah hilang. Apalagi setelah ini adalah prosesi yang sangat tidak mungkin dihindari untuk membasahi bibir. Wedding kiss.

Wedding Kiss

Kedua mempelai kembali ke tengah pelaminan. Saling berhadap – hadapan. Tangan mempelai wanita di pundak mempelai pria. Tangan mempelai pria melingkar di pinggang mempelai wanita. Mereka akan melakukan sebuah adegan, dimana setiap tamu undangan tidak ingin melewatkannya.

Dua orang crew gue sudah siap – siap meledakkan confetti dari sisi kiri dan kanan. Crew foto dan video sudah menempatkan diri di posisi yang strategis untuk mendapatkan momen yang pas. Band sudah siap menyanyikan refrain lagu pengantar wedding kiss.

MC meminta untuk seluruh tamu undangan berhenti sejenak menikmati hidangan pada malam itu. Lighting mengarahkan seluruh cahaya ke arah kedua mempelai.

Dimulai dengan pemanasan. Mempelai pria mencium pipi kiri dan pipi kanan mempelai wanita. Lanjut dengan mencium kening mempelai wanita. Lalu, dengan perlahan namun pasti, bibir mereka berdua saling mendekat.

Confetti meledak tanda bibir mereka berdua telah menyatu. Berpagutan. Band menyanyikan refrain lagu kenangan kedua mempelai. Taburan kertas dengan berbagai warna menjatuhi kedua mempelai dengan lembut. Seluruh tamu undangan memberikan tepuk tangan mereka yang paling keras. Ada yang mengetukkan sendok dan garpu mereka ke piring. Suasana sangat ramai. Dan tampaknya, kedua mempelai keterusan. Sampai akhirnya MC menghentikan kenikmatan mereka berdua.

Band meneruskan kembali lagu – lagu untuk menghibur para tamu undangan. Sementara itu, pengantin menemui orang tua mereka untuk menyuapkan kue. Masih di atas panggung. Lalu memberikan kasih sayang dan ungkapan terima kasih dengan cipika cipiki.

Foto Bersama

Sesi ini dimulai dengan foto bersama keluarga inti, keluarga dekat, dilanjutkan dengan tamu undangan. Gue mengarahkan MC untuk membacakan daftar foto yang gue dapat dari mempelai beberapa hari yang lalu.

Para tamu undangan satu persatu naik ke atas panggung untuk foto bersama. Sementara crew gue sibuk kontrol dapur, mengawasi dan menghitung berapa menu yang sudah keluar.

Menu makanan dibagi menjadi hidangan pembuka, beberapa hidangan utama, hidangan penutup. Menu terakhir, atau hidangan penutup adalah saat dimana acara mendekati selesai.

Clossing

Setelah menu penutup keluar, gue mempersiapkan orang tua beserta kedua mempelai berjalan ke pintu keluar. Untuk akhirnya bersalaman dengan para tamu undangan yang akan pulang.

MC di panggung telah mengisyaratkan bahwa rangkaian acara resepsi malam hari itu sudah selesai. Gue beserta dengan crew berdiri berseberangan dengan barisan keluarga dan crew. Untuk promosi. Inilah orang – orang yang telah menjadi wedding organizer acara pada malam hari itu.

Sampai juga gue di akhir artikel ini. Apa yang telah gue tulis dari Part 1 sampai Part terakhir ini sebetulnya bukan hal yang mutlak yang harus dijalankan oleh setiap wedding organizer. Namun, anda dapat menggunakannya sebagai informasi tambahan apabila anda sudah punya atau ingin memulai bisnis organizer. Atau adakah salah satu dari anda yang ingin menikah? Well, congratulation dan selamat menempuh hidup baru!

Terima Kasih

Devara Priya

Di depan tulisan ‘For Evangeline, Ganbatte!’, 17 Desember 2010.

About Dave

Tukang Pijat Keyboard

Posted on December 16, 2010, in Wedding Organizer. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: