Tips Babu Manten: Lempar Bunga

Well, gue buat posting kali ini agak buru – buru. Soalnya, gue harus segera mandi dan pergi sama istri ke dokter kandungan. Kontrol sang janin yang berumur 3 bulan.

Jadi gini…gue lupa..

Inget sekarang…

Pekerjaan gue sebagai wedding organizer membuat gue jadi jarang dateng ke pesta pernikahan dengan status sebagai “tamu undangan”. Gue kebanyakan datang sebagai Babu Manten.

Namun beberapa waktu yang lalu, akhirnya gue bisa datang dengan status “tamu undangan”. Walaupun harus menyumbang 2x lipat (gue udah punya istri…hikz…), gue sangat bangga. Akhirnya gue bisa duduk, menikmati makanan, bercanda dengan istri, sambil lihat dua pengantin dipajang di panggung. Hahahaha.

Anyway, walaupun gue datang sebagai tamu undangan, mata gue ga bisa lepas dari jalannya prosesi – prosesi resepsi yang terjadi di malam itu. Mata gue jelalatan. Melihat crew wedding organizer yang bertugas malam itu. Apakah ada yang kurang? Apakah ada teknik baru yang bisa gue pelajari? Walaupun gue tahu, wedding organizer yang bertugas di malam itu masih termasuk junior gue, tapi gue tetep menghormati mereka…buat dicolong ilmunya…Mwuahahhaa…

Sampai tiba dimana sesi “lempar bunga”. MC mulai berkoar – koar meminta para tamu undangan maju ke depan panggung, untuk berkumpul untuk memperebutkan bunga yang dilempar oleh pengantin.

Yang terjadi, suasana hening.

Ga ada yang maju sama sekali.

Terdengar dentingan sendok dan garpu, pertanda bahwa tamu undangan masih sibuk dengan makanannya masing – masing.

Well…Gue pernah mengalami hal seperti ini.

Waktu itu gue kalut.

Seluruh crew gue minta untuk menyeret tamu undangan maju ke depan. Terutama yang masih muda, masih single, kalau kepepet nenek – nenek yang masih single pun dibawa juga ga apa – apa.

Tetep, masih sepi. Lempar bunga pun berlangsung dengan hening. Mirip pemakaman. Ga ada seru – serunya.

Dari kejadian itu gue belajar satu teknik supaya lempar bunga bisa jadi lebih ramai dan menarik.

Yang gue lakukan adalah seperti ini:

Lempar bunga gue lakukan pada saat sesi foto bersama. Diatur sedemikian rupa, giliran foto teman – teman pengantin dilakukan secara berurutan. Gue tunggu kloter pertama foto teman – teman pengantin, sementara kloter kedua  teman – teman pengantin masih menunggu di bawah panggung untuk maju.

Nah, ini saatnya setting jebakan.

Yang kloter kedua ga boleh naik ke atas panggung dulu. Yang kloter pertama, waktu turun dari panggung, gue suruh jadi satu sama kloter kedua. Berkumpullah mereka di bawah panggung.

Jebakkan batman ini bisa dilakukan dengan bantuan MC, band, lighting, dan semua vendor yang ada.

Alhasil, lempar bunga pun ramai.

Pengantin senang. Gue pun juga senang. Ga perlu mondar mandir ‘menyeret’ dan mengemis kepada tamu undangan untuk maju ke depan.

Well, sekian dulu postingan gue kali ini. Mau mandi dulu.

Ntar kalau ada video hasil USG, gue upload di blog ini.

O ya, Selamat tahun baru 2011 buat semuanya!

Terima Kasih

Devara Priya

Di depan tulisan ‘For Evangeline, Ganbatte!’, 31 Desember 2010.

About Dave

Tukang Pijat Keyboard

Posted on December 31, 2010, in Wedding Organizer and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: