USG dan Daging Kambing

Hai semuanya, kembali lagi dengan gue, Devara, dalam acara Dunia Anak…halah…

Kemarin gue abis dari dokter kandungan. Tepat di malam tahun baru.

Gue berangkat ke sana barengan sama istri gue, Ria, naik mobil. Ga langsung ke dokternya sih. Gue jemput ibu mertua dulu. Dia pengen ikutan ngeliat USG calon cucu pertamanya.

Setelah tiba di rumah mertua, gue ga langsung berangkat, tapi mampir makan dulu hahahaha…Sop tofu iga jadi menu malam itu. Setelah kenyang, baru gue berangkat bertiga ke tempat praktek dokter kandungan.

Sempet ngantri 3 orang, giliran gue masuk.

“Met malem dok,” basa basi kita ke dokternya, sambil salaman satu – satu.

“Gimana, obatnya sudah habis diminum?”

“Sudah dok,” jawab Ria.

“Sehat – sehat aja, kan? Ga ada keluhan?”

“Sehat dok, cuma kadang masih mual, tapi udah ga sering…” Ria diem sejenak.

“Dok, udah boleh makan sate kambing?” lanjut Ria.

“GA BOLEH!”

“Shit!!” Mungkin dalem hati Ria bilang gitu.

Ria emang paling doyan sama sate kambing. Dan selama 3 bulan dia hamil, dia ga boleh makan daging kambing. Hal ini merupakan hal yang paling membuat istri gue menderita. Bagaikan ikan yang ga boleh hidup di air.

Sabarlah istriku, bulan depan sudah boleh makan sama si dokter. Bulan depan kita akan makan daging kambing sepuasnya.

Lanjut, istri gue disuruh rebahan di kasur untuk di USG. Hati gue terasa berdebur – debur tak beraturan. Gimana bentuk calon buah hati gue? Apakah bentuk tubuh dan perkembangannya normal?

Well…Here we go:

Akh sayangku…Engkau begitu…kepala mu besar sekali…

Yang lagi ngomong di video itu suara dokternya. Dia ngejelasin kalau bayi gue normal. Udah bisa gerak – gerak tak beraturan. Tangan dan kaki tumbuh normal. Dan detak jantungnya…cepet banget sih…deg-deg-an ya papa lihat…halah…gue jadi melo…

Kata nyokap gue, kalau detak jantungnya cepet, berarti anak gue kemungkinan cowok…

Overall, bayi gue sehat, istri gue sehat…Gue seneng banget…

Tetep, sebelum pulang, Ria masih ngeyel aja pengen makan sate kambing.

“Ga boleh, bulan depan deh kamu bisa makan sate kambing,” jawab dokter, masih sabar.

“Beneran ga boleh dok? Sedikiitttt aja…” Ria agak melas.

“Kalau begitu, saya wakilkan saja gimana?”

Tiba – tiba ibu mertua gue yang dari tadi diem aja ngejawab, “Beneran dok? Besok saya jemput, kebetulan besok saya mau makan sate kambing.”

Hening sejenak.

“Besok saya ke luar kota, ke Tawangmangu. Mau makan sate kambing juga,” jawab sang dokter.

“Wah, sate kambing Pak Djarot? Itu enak juga dok…”

Gue cuma bisa nahan ketawa melihat Ria semakin gondok. Dia ga boleh makan kambing, tapi orang yang ada di ruangan itu ngomongin kambing. Lama – lama Ria bisa menggila dan membunuh semua kambing se-Asia Tenggara untuk dimakan. (Peace. Peace. Peace Ria!)

Well, 6 months to go.

Terima Kasih

Devara Priya

Di depan tulisan ‘For Evangeline, Ganbatte!’, 01 Januari 2011.

About Dave

Tukang Pijat Keyboard

Posted on January 1, 2011, in Cerita Devara, Videos. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: