Wisata Kuliner Jogja, Mengenang Masa Kuliah

Dalam waktu 1 hari, perut gue penuh, nafas sesak, tapi puas. Itu yang gue alami hari Rabu (4/5) kemarin. Gue dan istri pergi ke Jogja, tempat kita berdua kuliah, menghabiskan waktu selama 5 tahun bersama. Seharian itu, kita makan 5 kali!

Oke, rencana awal berangkat ke Jogja sebenarnya untuk USG 4 dimensi. Tapi, karena dokter dan operator rumah sakitnya udah full book, jadilah kita wisata kuliner ala mahasiswa angkatan 2004.

Kita berangkat naik mobil pagi – pagi buta. Sekitar jam 7 subuh. Buat gue, jam 7 itu masih pagi buta.

Sampai di Jogja sekitar jam 8, sang istri langsung telpon ke rumah sakit untuk reservasi USG 4 dimensi. Tapi seperti yang gue katakan tadi, mereka sudah full book.

Tahu sudah full book, kita langsung merencanakan wisata kuliner. List tempat makan langsung dikeluarkan. Alhasil, jadilah kita menuju ke tempat pemberhentian pertama, Soto Surabaya, Babarsari.

Langsung aja, ini nih daftar makanan yang kita makan selama sehari.

Soto Surabaya

Terletak di deket pom bensin Babarsari. Tepatnya sebelum pom bensin, kiri jalan dari arah kampus Atmajaya. Yang enak di sini, sotonya pake abon instant (kaya ajibon gitu).

Angkringan Pak Panggih

Angkringan ini ada di gang Tambakbayan. Deket – deket sama kost waktu gue kuliah dulu. Yang spesial di sini indomienya, nasi kucingnya, sama gorengan yang bisa minta dibakar sama Pak Panggih.

Ayam Penyet Bu Rum

Ayam Penyet Bu Rum ada di daerah Mrican. Ayam yang dijual di sini ayam goreng tepung. Yang istimewa, ayamnya diulek – ulek, sampe gak berbentuk. Lihat sendiri deh di gambar. Walaupun gak berbentuk gitu, tapi rasanya….HMMM!! Nyam nyam! Ayam penyet Bu Rum ini gak recommended bagi yang gak doyan pedes. Ayam penyet ini mengandung cabe rawit! Halah.

Siomay Pak Ndut, Babarsari

Sore hari, gue sampe di siomay Pak Ndut. Memang warung siomay ini buka sampe malam, tapi gue tidak menyarankan elo dateng malam hari. Siomay udang yang dijual di sini cepet habis! Bahkan 10 menit setelah gue mulai menyantap siomay yang maknyos ini, siomay udangnya sudah habis lho.

Terakhir malem hari, gue makan di ayam goreng Pak Bayan, Babarsari. Tapi karena sudah capek dan laper, gue langsung makan tanpa mengambil gambar dulu. Jadi maap ye, gue gak punya gambarnya. Hahaha.

Yang istimewa di ayam goreng Pak Bayan, rasanya kaya ayam bakar walaupun digoreng.

Overall, hari itu gue capek. Capek makan. Rahang rasanya kaku. Dan perut gue rasanya bertambah diameternya. Bertambah 14 km.

Viva makanan anak kost!

About Dave

Tukang Pijat Keyboard

Posted on May 9, 2011, in Kuliner and tagged . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. lihat foto fotonya…..kok jaddi laper lagi!!!! ya lah harus makan lagi dah

    i love kuliner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: