Lari Pagi Membuat Anda Kaya! Kaya Monyet Kehabisan Nafas

Pagi ini gue bangun pagi! Yesss…

Walaupun agak susah, tapi gue berusaha. Jam 6, alarm gue bunyi. Snooze. Jam 7, alarm kedua bunyi. Snooze. Jam 8, gue bangun sendiri karena kaget. Gak tau kaget kenapa, bangun gitu aja. Mungkin badan gue berontak gak pernah dirawat sama pemiliknya.

Lanjut, abis itu gue lari pagi. Dan seperti lari pagi sesi sebelumnya, gue hampir mati kehabisan nafas. Jujur, gue lari pagi baru dua kali ini. Wakakaka.

Abis pulang, gue berpikir. Gimana kalo lari pagi ini gue jadikan kebiasaan? Pasti positif kaya kata para motivator. Syuper. Tapi bedanya, abis lari pagi gue ngrokok Jarum Syuper. Halah.

Gak kebayang gimana rasanya paru – paru gue. Abis lari, dapet udara seger, terus dikasi asep rokok. Sama kaya cowok jomblo yang dikasi harapan palsu oleh gebetannya.

Back to topic.

Gue gak pernah merasa seperti ini sebelumnya. Paling gak, lama gue gak merasa seperti ini. Gue niat lari pagi cuy. Tapi yang bener, gak sembarangan.

Jadilah gue googling dan nemu situs bagus. Situs ini membicarakan topik khusus marathon. Mereka mengajari para pemula supaya bisa jadi pelari marathon yang sesungguhnya.

Kata mereka, kuncinya adalah niat yang berasal dari pikiran.

Kalo gue cuma nurutin apa kata badan, gue pasti males. Badan kita selalu malas. Pagi, siang, sore, malam isinya males doang. Jadi, buatlah pikiran kita mempengaruhi badan supaya gak males. Jangan biarkan badan kita mempengaruhi pikiran kita. Walaupun sejujurnya gue bilang ini konyol, gue akan mempercayai apa kata mereka. Gue buat pikiran gue gak males dengan mempunyai visi dan misi: “Lari pagi akan membuat kita jadi triliuner!”

O ya, mereka juga punya jadwal latihan khusus bagi para pemula yang ingin menjadi pelari marathon. Here we go:

marathonrookie.com

Gue sekarang berada di Week 1, Mon. Porsi latihan gue adalah jalan selama 20 menit. Tapi tadi gue lari, jalan, lari, jalan. Serampangan banget! Secara, gue baru ketemu ini barusan. -__-

Gue pengen bisa sampe ke minggu 26, lari sepanjang 34,2 km! Fiuh. Aje gile 34 kilometer. Gue lari 34 centimeter aja ngos-ngosan.

Bisa gak ya? Bisa gak ya? Kudu bisa!!

 

 

 

About Dave

Tukang Pijat Keyboard

Posted on June 13, 2011, in Cerita Devara and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: